Indonesia Coffee Open Data Ecosystem• BPS & Ditjenbun Integrated 2026

Dashboard Data Terbuka Perkopian Nasional

Pusat transparansi data rantai pasok kopi Indonesia: tren pergerakan harga di tingkat petani (farmgate), volume produksi per provinsi, serapan pasar domestik, dan struktur perkebunan rakyat.

Total Produksi Nasional:

~785.000 Ton

Produsen #4 Terbesar Dunia
Porsi Kebun Rakyat:

95,8%

1,2 Juta KK Petani Mandiri
Komposisi Spesies:

78% / 22%

Robusta vs Arabica
Konsumsi Domestik:

1,38 kg

+8,4% Pertumbuhan Kafe Modern
Tren Harga Tingkat Petani & Pasar (2025–2026)

Rally Harga Komoditas Kopi Nasional (IDR / kg)

SOROTAN KOMODITAS AKTIF+32% Kenaikan YOY

Arabica Green Beans Specialty (Grade 1 / G1)

Biji kopi mentah Arabica berkadar air standar 11–12% dengan total defect fisik di bawah 5 poin per 350 gram sampel. Harga terdongkrak oleh lonjakan konsumsi kafe dalam negeri dan defisit suplai Amerika Latin.

Harga Acuan Farmgate (Live):
Rp 165.000/ kg
Rentang: Rp 140.000 – Rp 195.000 / kg
Pergerakan Harga Bulanan:Rujukan: BPS Sub-Direktorat Statistik Perkebunan & Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI/SCAI)
Rp 125k
Jan 25
Rp 132k
Apr 25
Rp 140k
Jul 25
Rp 148k
Okt 25
Rp 158k
Jan 26
Rp 165k
Mar 26
Struktur Rendemen & Kriteria:

Rendemen ~15%–17% dari bobot ceri basah (butuh 6–7 kg ceri merah per 1 kg green bean)

Profil Pembeli & Jalur Pasar:

Micro-roastery, specialty coffee shop, eksportir specialty (SCA Score 83+)

Pergerakan Harga Rata-Rata Bulanan (Komparasi Lintas Komoditas)Satuan: Rupiah (IDR) / kilogram
Periode BulanArabica Specialty (Green)• AktifRobusta Kering AsalanFine Robusta Petik MerahCeri Basah PohonKenaikan YOY
Jan 2025Rp 125.000Rp 52.000Rp 78.000Rp 15.000-
Apr 2025Rp 132.000Rp 58.000Rp 84.000Rp 16.500+12%
Jul 2025Rp 140.000Rp 68.000Rp 92.000Rp 18.000+31%
Okt 2025Rp 148.000Rp 74.000Rp 102.000Rp 19.500+42%
Jan 2026Rp 158.000Rp 82.000Rp 112.000Rp 21.000+58%
Mar 2026 (Live)Rp 165.000Rp 86.000Rp 118.000Rp 22.500+65%
Agregat Produksi Wilayah

Sebaran Produksi Kopi 10 Provinsi Terbesar

Peringkat & ProvinsiGugusan PulauSpesies DominanVolume (Ton / Tahun)Estimasi LahanSentra Origin Utama
1Sumatera SelatanSumatraRobusta198.000 Ton250.000 HaPagar Alam, Semendo, Lahat
2LampungSumatraRobusta112.000 Ton156.000 HaTanggamus, Liwa, Lampung Barat
3BengkuluSumatraRobusta58.000 Ton92.000 HaKepahiang, Rejang Lebong, Curup
4AcehSumatraArabica74.000 Ton126.000 HaGayo Takengon, Bener Meriah, Gayo Lues
5Sumatera UtaraSumatraArabica68.500 Ton95.000 HaMandheling, Lintong Humbang, Simalungun, Karo
6Jawa TimurJawaRobusta36.000 Ton64.000 HaDampit Malang, Ijen-Raung, Jember Argopuro
7Sulawesi SelatanSulawesiArabica29.500 Ton48.000 HaToraja Sapan, Enrekang Kalosi, Gowa
8Jawa BaratJawaArabica23.000 Ton46.000 HaPreanger Pangalengan, Ciwidey, Gunung Tilu
9Nusa Tenggara Timur (NTT)Bali & NTArabica18.500 Ton38.000 HaFlores Bajawa, Manggarai, Alor
10BaliBali & NTArabica14.500 Ton32.000 HaKintamani Bangli, Pupuan Tabanan, Wanagiri
11Papua & Papua PegununganPapuaArabica3.200 Ton14.000 HaLembah Baliem Wamena, Dogiyai, Moanemani
Sumber Data Resmi & Transparansi

Data agregat dihimpun dan dikalibrasi dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, International Coffee Organization (ICO), dan pencatatan lelang komoditas perkopian nasional. Data diperbarui berkala demi transparansi rantai nilai kopi bagi petani, roaster, dan penikmat kopi Indonesia.