Coffee Business & Shop Management Specialist

Resep menjadi HPP yang bisa diaudit

9 Menit BacaMateri BelajarCoffee Business & Shop Management Specialist
Mode Listen & BrewNeural Voice

Dengarkan narasi materi sambil mengikuti contoh, diagram, dan latihan yang tersedia.

Suara:
00:00 / --:--

HPP, Harga Jual dan Channel Economics · Pelajaran 1 dari 3

Resep menjadi HPP yang bisa diaudit

Tujuan keputusan

HPP per cup harus diturunkan dari resep aktual beserta harga beli, konversi satuan, pemakaian bahan dan waste yang bisa dipertanggungjawabkan. Harga kemasan besar dan takaran tidak boleh langsung dibandingkan tanpa konversi.

Lihat dan pahami

Satu transaksi, beberapa lapis hasil

  1. 1

    Harga yang dibayar

    Pisahkan harga daftar, potongan dan dasar pajak sesuai transaksi.

  2. 2

    Penerimaan merchant

    Periksa fee/komisi dan siapa menanggung voucher.

  3. 3

    Kontribusi

    Kurangi biaya variabel yang belum dihitung, termasuk bahan dan kemasan.

  4. 4

    Titik impas

    Bandingkan kontribusi per unit dengan fixed cost dan kapasitas periode.

Jangan mengurangi kemasan atau komisi dua kali; angka dari kanal aktual.

Mekanisme dan risiko

Sebuah espresso 18 g dari biji Rp260.000/kg memakai biaya biji Rp4.680. Tambahkan susu, sirup, es, kemasan dan proporsi susut yang relevan agar mencerminkan biaya menu, bukan menyebut biaya kopi sebagai HPP penuh.

Cara menerapkan di kedai

Susun bill of materials per menu: nama bahan, unit beli, unit pemakaian, yield, harga terakhir, biaya variabel, wastage basis, standar porsi; uji dengan tim saat pergantian supplier.

Simulasi kondisi Indonesia

Minuman menghabiskan kopi Rp4.680, susu Rp5.200, sirup Rp1.000 dan kemasan Rp1.500. Total biaya bahan+kemasan Rp12.380; belum termasuk komisi channel atau tenaga jika model mengklasifikasikannya terpisah.

Worked method: dari harga beli ke satu gelas

Dalam resep bisnis, setiap bahan harus memiliki satuan pembelian, satuan pemakaian, dan yield yang realistis. Formula dasar biaya bahan = jumlah digunakan × biaya per satuan pakai. Misalnya kopi dibeli Rp260.000 per 1.000 g; biaya satu gram = Rp260 dan dosis 18 g = Rp4.680. Hasil ini bukan HPP keseluruhan minuman.

Contoh penambahan yang konsisten: susu Rp5.200, sirup Rp1.000 dan kemasan Rp1.500 membuat bahan+kemasan = Rp4.680 + Rp5.200 + Rp1.000 + Rp1.500 = Rp12.380. Jika penggunaan bahan atau yield berubah, hitung ulang; tidak boleh memakai satu harga HPP sepanjang tahun tanpa melihat invoice.

Periksa klasifikasi biaya: waste yang berasal dari pembuatan minuman, kalibrasi, retur, komisi platform dan komponen lain perlu dicatat pada tempat yang benar dalam model. Jangan masukkan kemasan dalam HPP lalu menambahkannya lagi ke biaya variabel channel. Gaji shift dan overhead jangan dipukul rata tanpa mendefinisikan tujuan analisis.

Latihan aktif: ganti supplier susu yang lebih murah tetapi kemasan lebih kecil. Hitung biaya per ml, per gelas dan risiko waste. Catat hasil tes rasa agar keputusan pembelian tidak meminimalkan biaya sambil merusak kepuasan pelanggan.

Latihan refleksi

Biaya apa yang bisa berubah jika pelanggan meminta oat milk dan cup ekstra?

Tunjukkan setiap rumus beserta satuan, basis harga dan komponen biaya yang dihitung. Tandai biaya yang sudah termasuk agar tidak ditambahkan dua kali; jelaskan hasilnya untuk satu kanal penjualan.

Rujukan lanjut