Coffee Business & Shop Management Specialist

Laba akuntansi tidak selalu berarti kas tersedia

9 Menit BacaMateri BelajarCoffee Business & Shop Management Specialist
Mode Listen & BrewNeural Voice

Dengarkan narasi materi sambil mengikuti contoh, diagram, dan latihan yang tersedia.

Suara:
00:00 / --:--

Cash Flow dan Modal Kerja · Pelajaran 1 dari 3

Laba akuntansi tidak selalu berarti kas tersedia

Tujuan keputusan

Kedai bisa mencatat penjualan hari ini tetapi transfer delivery atau catering diterima beberapa hari kemudian. Sementara gaji, sewa dan bahan harus dibayar menurut tanggal jatuh tempo.

Lihat dan pahami

Laba dicatat berbeda dari uang yang bisa dibelanjakan

  1. 1

    Saldo kas awal

    Bank/tunai yang benar-benar tersedia di awal periode.

  2. 2

    Uang diterima

    Masukkan settlement/penagihan pada tanggal pencairan realistis.

  3. 3

    Pembayaran jatuh tempo

    Stok, sewa, gaji, pajak, servis dan cicilan.

  4. 4

    Saldo dan pemicu tindakan

    Cek kas minimum, buffer dan pilihan yang bisa dilakukan sebelum negatif.

Jadwal kas memakai tanggal masuk/keluar, bukan tanggal invoice saja.

Mekanisme dan risiko

Catat kas opening, penerimaan aktual, pembayaran supplier, gaji, sewa, pajak dan investasi. Pisahkan piutang/persediaan dari saldo bank. Jangan memasukkan PO yang belum dibayar sebagai cash in.

Cara menerapkan di kedai

Buat rolling forecast 13 minggu: saldo awal, penerimaan diperkirakan per tanggal, komitmen keluar, saldo akhir dan trigger negatif. Revisi tiap pekan memakai bukti realisasi.

Simulasi kondisi Indonesia

Saldo awal Rp15 juta, penerimaan pekan ini Rp4 juta, supplier Rp12 juta dan sewa Rp10 juta: saldo akhir -Rp3 juta. Walau P&L kelihatan untung, kas negatif memerlukan mitigasi.

Kalender kas memperlihatkan masalah yang tak ada di laporan laba

Pendapatan yang diakui hari ini belum tentu uang masuk hari ini; sebaliknya pembayaran bahan bisa terjadi sebelum barang laku. Tiga dokumen menjawab pertanyaan berbeda: laba-rugi menunjukkan performa periode, neraca menunjukkan posisi aset/kewajiban, dan arus kas menunjukkan perpindahan uang pada tanggalnya.

Buat perencanaan 13 minggu dengan saldo awal, kas masuk pasti/perkiraan, pembelian bahan, gaji, sewa, pajak, cicilan dan saldo akhir pekan. Pisahkan transfer e-wallet/delivery yang belum settlement dari saldo yang bisa dipakai sekarang. Catat tanggal jatuh tempo, bukan hanya jumlah pengeluaran bulanan.

Contoh latihan: saldo Rp15 juta + uang diterima Rp4 juta − pembayaran supplier Rp12 juta − sewa Rp10 juta = minus Rp3 juta. Ini alarm kebutuhan likuiditas walaupun harga jual produk memberi gross margin positif. Menunda pembayaran tanpa komunikasi dapat menimbulkan risiko baru; tindakan bisa berupa negosiasi jadwal, pengurangan pembelian stok, atau tambahan pembiayaan yang terukur.

Tentukan trigger kas minimum menurut kondisi usaha dan siapa memutuskan tindakan. Proyeksi baru berguna bila diperbarui memakai realisasi, bukan angka optimistis yang disalin setiap minggu.

Latihan refleksi

Keputusan apa harus diprioritaskan sebelum menyetujui pembelian alat tambahan?

Nyatakan saldo awal, tanggal penerimaan uang, jadwal pembayaran, perubahan stok dan saldo setelah kewajiban. Buat satu tindakan perlindungan likuiditas yang masuk akal jika proyeksi kas menjadi negatif.

Rujukan lanjut