Dengarkan narasi materi sambil mengikuti contoh, diagram, dan latihan yang tersedia.
Cash Flow dan Modal Kerja · Pelajaran 1 dari 3
Laba akuntansi tidak selalu berarti kas tersedia
Tujuan keputusan
Kedai bisa mencatat penjualan hari ini tetapi transfer delivery atau catering diterima beberapa hari kemudian. Sementara gaji, sewa dan bahan harus dibayar menurut tanggal jatuh tempo.
Laba dicatat berbeda dari uang yang bisa dibelanjakan
- 1
Saldo kas awal
Bank/tunai yang benar-benar tersedia di awal periode.
- 2
Uang diterima
Masukkan settlement/penagihan pada tanggal pencairan realistis.
- 3
Pembayaran jatuh tempo
Stok, sewa, gaji, pajak, servis dan cicilan.
- 4
Saldo dan pemicu tindakan
Cek kas minimum, buffer dan pilihan yang bisa dilakukan sebelum negatif.
Mekanisme dan risiko
Catat kas opening, penerimaan aktual, pembayaran supplier, gaji, sewa, pajak dan investasi. Pisahkan piutang/persediaan dari saldo bank. Jangan memasukkan PO yang belum dibayar sebagai cash in.
Cara menerapkan di kedai
Buat rolling forecast 13 minggu: saldo awal, penerimaan diperkirakan per tanggal, komitmen keluar, saldo akhir dan trigger negatif. Revisi tiap pekan memakai bukti realisasi.
Simulasi kondisi Indonesia
Saldo awal Rp15 juta, penerimaan pekan ini Rp4 juta, supplier Rp12 juta dan sewa Rp10 juta: saldo akhir -Rp3 juta. Walau P&L kelihatan untung, kas negatif memerlukan mitigasi.
Kalender kas memperlihatkan masalah yang tak ada di laporan laba
Pendapatan yang diakui hari ini belum tentu uang masuk hari ini; sebaliknya pembayaran bahan bisa terjadi sebelum barang laku. Tiga dokumen menjawab pertanyaan berbeda: laba-rugi menunjukkan performa periode, neraca menunjukkan posisi aset/kewajiban, dan arus kas menunjukkan perpindahan uang pada tanggalnya.
Buat perencanaan 13 minggu dengan saldo awal, kas masuk pasti/perkiraan, pembelian bahan, gaji, sewa, pajak, cicilan dan saldo akhir pekan. Pisahkan transfer e-wallet/delivery yang belum settlement dari saldo yang bisa dipakai sekarang. Catat tanggal jatuh tempo, bukan hanya jumlah pengeluaran bulanan.
Contoh latihan: saldo Rp15 juta + uang diterima Rp4 juta − pembayaran supplier Rp12 juta − sewa Rp10 juta = minus Rp3 juta. Ini alarm kebutuhan likuiditas walaupun harga jual produk memberi gross margin positif. Menunda pembayaran tanpa komunikasi dapat menimbulkan risiko baru; tindakan bisa berupa negosiasi jadwal, pengurangan pembelian stok, atau tambahan pembiayaan yang terukur.
Tentukan trigger kas minimum menurut kondisi usaha dan siapa memutuskan tindakan. Proyeksi baru berguna bila diperbarui memakai realisasi, bukan angka optimistis yang disalin setiap minggu.
Latihan refleksi
Keputusan apa harus diprioritaskan sebelum menyetujui pembelian alat tambahan?
Nyatakan saldo awal, tanggal penerimaan uang, jadwal pembayaran, perubahan stok dan saldo setelah kewajiban. Buat satu tindakan perlindungan likuiditas yang masuk akal jika proyeksi kas menjadi negatif.
