Dengarkan narasi materi sambil mengikuti contoh, diagram, dan latihan yang tersedia.
Business Plan dan Studi Kelayakan ยท Pelajaran 2 dari 4
Studi kelayakan minimum
Pertanyaan bisnis yang ingin kita jawab
Feasibility menilai apakah ada pembeli, pasokan, fasilitas layak, perizinan, produksi stabil dan kas cukup. Gunakan keputusan go, conditional go atau no-go dengan kriteria yang ditulis sebelum mengeluarkan modal. Masukkan biaya yang sering terlupa: gas, exhaust, listrik, sampel, downtime, retur dan barang macet.
Contohnya dalam usaha kopi sehari-hari
- Jika memakai jasa sangrai: Usaha tanpa mesin sangrai sendiri bisa menguji kelayakan dengan batch kecil, tetapi tetap membutuhkan gross margin, contribution setelah komisi, limit refund, terms supplier dan bukti repeat customer.
- Jika menyangrai kopi sendiri: Roastery kecil menilai izin fasilitas dan kapasitas saleable sebelum membeli mesin, bukan setelah menyewa gedung. Modal kerja harus dipisahkan dari dana pembelian mesin.
- Jika mengelola pesanan lebih besar: Roastery berkembang memerlukan kontrak buyer yang layak kredit, skenario permintaan turun, QA traceability dan prosedur penarikan produk sebelum menambah gudang.
Contoh lima gerbang keputusan: (1) minimal dua buyer repeat berbayar; (2) margin kontribusi positif setelah inbound dan channel; (3) throughput saleable memenuhi PO; (4) kas terendah 13 minggu tidak negatif pada downside yang disepakati; (5) compliance dasar sudah dijelaskan tertulis oleh instansi/penasihat yang tepat. Angka ambang tiap bisnis harus didasarkan pada risiko, bukan dijadikan angka universal. Jika empat lolos namun cash test gagal, keputusan bukan 'GO dengan optimisme', melainkan renegosiasi DP, volume atau kontrak. Catat bukti tanggal, pemilik keputusan dan exit rule untuk tiap gate.
Tugas yang bisa kamu kerjakan
Tetapkan lima kriteria go/no-go dengan ambang berbasis kapasitas dan cash reserve.
Kesalahan yang harus dicegah
Melanjutkan investasi hanya karena CAPEX sudah telanjur dibayar.
Checkpoint pemahaman
Apabila semua proyeksi keuntungan positif tetapi skenario arus kas 13 minggu negatif dan izin fasilitas belum jelas, apa keputusan investasi yang bertanggung jawab? Bagaimana merumuskan bukti minimum untuk membuka kembali keputusan itu?
