Dengarkan narasi materi sambil mengikuti contoh, diagram, dan latihan yang tersedia.
Tiga Model Bisnis, Tiga Struktur Risiko ยท Pelajaran 1 dari 4
Brand tanpa mesin sendiri
Pertanyaan bisnis yang ingin kita jawab
Usaha tanpa mesin sangrai sendiri mengurangi CAPEX namun meningkatkan ketergantungan pada kontraktor, kapasitas slot dan kerahasiaan resep. Kontrak harus menyebut siapa membeli green bean, rendemen yang dijamin atau hanya diperkirakan, pemilik stok, prosedur QC, klaim produk dan tanggung jawab retur.
Contohnya dalam usaha kopi sehari-hari
- Jika memakai jasa sangrai: Merek menangani sales, packaging dan hubungan pelanggan sementara mitra mengelola mesin, roast log dan SOP keselamatan. Tuliskan secara kontraktual pemilik green, formula kehilangan, hasil yang harus dikirim dan siapa menanggung klaim kualitas.
- Jika menyangrai kopi sendiri: Tidak otomatis perlu membeli mesin untuk menguji pasar. Uji dahulu apakah vendor kontrak bisa memenuhi profil roast, freshness window dan MOQ.
- Jika mengelola pesanan lebih besar: Contract roasting masih bisa dipakai saat lonjakan permintaan musiman atau gangguan mesin, dengan approval sampel dan traceability tetap di bawah tanggung jawab merek.
Latihan dengan angka hipotetis: Vendor mengenakan Rp20.000/kg roasted saleable tetapi minimum booking 100 kg per bulan. Pesanan baru 40 kg tetap bisa memicu pembayaran minimum setara Rp2.000.000, bukan Rp800.000, jika kontrak memang menetapkan minimum nilai order. Vendor kedua mengenakan Rp30.000/kg tanpa minimum, sehingga untuk 40 kg biayanya Rp1.200.000. Vendor pertama baru tampak lebih murah pada volume yang relevan, belum menghitung frekuensi pengiriman, QC, waste, lead time dan hak atas sampel. Pastikan kontrak menyatakan apakah minimal 100 kg berarti wajib diproduksi, minimum nominal bayar, atau reservasi kapasitas.
Tugas yang bisa kamu kerjakan
Bangun daftar syarat kontrak roasting yang melindungi merek dan pelanggan.
Kesalahan yang harus dicegah
Menganggap outsourcing membuat kualitas, izin dan traceability menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya.
Checkpoint pemahaman
Jika penjualan baru 40 kg/bulan, bandingkan kontrak minimum 100 kg @Rp20.000 dan tanpa minimum @Rp30.000. Informasi kontraktual apa yang perlu dikonfirmasi agar perbandingannya valid? Siapa seharusnya mengotorisasi sampel dan penyelesaian komplain buyer?
