Dengarkan narasi materi sambil mengikuti contoh, diagram, dan latihan yang tersedia.
Sourcing, Kontrak, dan Mutu Green Bean ยท Pelajaran 1 dari 4
Mencari supplier sesuai kebutuhan
Pertanyaan bisnis yang ingin kita jawab
Penawaran green bean harus mencantumkan origin yang relevan, proses, grade/kondisi, lot, crop information, cupping, kuantitas, MOQ, stok, waktu penyiapan, incoterm domestik yang dijelaskan sederhana, penanggung biaya pickup dan retur. Sebelum berdebat harga, sepakati spesifikasi dan titik transfer risiko.
Contohnya dalam usaha kopi sehari-hari
- Jika memakai jasa sangrai: Pemilik merek yang menggunakan jasa sangrai harus menentukan apakah green dibeli sendiri atau seluruh bahan berasal dari contract roaster; dua skema menghasilkan hak kontrol origin dan struktur liability berlainan.
- Jika menyangrai kopi sendiri: Roastery kecil meminta penawaran lot dengan varietas/spesies, proses, roast suitability, harga berdasarkan grade, kuantitas minimum, pengiriman dan cara klaim.
- Jika mengelola pesanan lebih besar: Roastery berkembang menggunakan approved-supplier list, audit histori mutu, kapasitas suplai, dokumen perpindahan barang dan alternatif origin dengan kriteria yang sama.
RFQ green yang benar: Sertakan setidaknya 10 data: identitas lot, asal/desa atau koperasi, bentuk produk (bukan cherry/asalan bila target siap roast), proses pascapanen, grade/defect specification, kadar air dan metode pengujian, kuantitas/MOQ, harga serta masa berlaku, lokasi/terms serah-terima, cara packing dan syarat pembayaran. Tambahkan traceability dan sample policy. Penawaran hipotetis Rp105.000/kg ex-warehouse belum sebanding dengan Rp112.000/kg delivered tanpa menghitung biaya pickup, freight, QC dan risiko barang. Catat sample ID, tanggal dan hasil blind cupping agar sales tidak memilih lot semata karena cerita marketing origin.
Tugas yang bisa kamu kerjakan
Susun template permintaan quotation yang mencantumkan sepuluh data minimum.
Kesalahan yang harus dicegah
Membandingkan harga dari pemasok dengan kualitas, syarat dan kuantitas yang berbeda.
Checkpoint pemahaman
Jika vendor satu mengutip Rp105.000/kg ex-gudang dan vendor dua Rp112.000/kg delivered, apakah vendor satu pasti lebih murah? Dokumen dan informasi mutu apa yang wajib diminta sebelum membuat PO?
