Business Roastery

KPI penjualan dan kontribusi

Materi BelajarBusiness Roastery
Mode Listen & BrewNeural Voice

Dengarkan narasi materi sambil mengikuti contoh, diagram, dan latihan yang tersedia.

Suara:
00:00 / --:--

Dashboard, Risiko dan Pertumbuhan ยท Pelajaran 1 dari 4

KPI penjualan dan kontribusi

Pertanyaan bisnis yang ingin kita jawab

Pantau net revenue, contribution/kg per channel, paid-to-repeat, revenue account, CAC terdefinisi, gross margin dan retention. KPI bukan lomba jumlah grafik; setiap metrik harus memicu keputusan, owner dan jangka waktu peninjauan.

Contohnya dalam usaha kopi sehari-hari

  • Jika memakai jasa sangrai: Usaha yang menggunakan jasa sangrai mengukur repeat orders, contribution per pack, ongkos fulfillment, seller-funded promo dan pembayaran masuk untuk menilai apakah brand bertumbuh sehat.
  • Jika menyangrai kopi sendiri: Roastery kecil menghubungkan real saleable output dengan jumlah kilogram yang berhasil ditagih dan dibayar, bukan hanya jumlah roast batch.
  • Jika mengelola pesanan lebih besar: Roastery berkembang perlu dashboard terpisah untuk booked, shipped, invoiced, collected, margin dan AR aging per akun supaya revenue dan kas tidak disamakan.

Dashboard satu pekan dengan angka asumsi: Tim mengirim invoice Rp20 juta, barang yang benar-benar diterima buyer bernilai Rp18 juta dan kas yang masuk baru Rp8 juta. Menyebut 'sales Rp20 juta sudah tercapai' menyembunyikan gap fulfillment Rp2 juta dan collection Rp10 juta. Pilih lima metrik dasar: paid/repeat order, kg saleable shipped, contribution setelah channel, on-time-in-full delivery, dan overdue cash exposure. Setiap metrik perlu definisi penyebut, PIC, sumber data, cadence review dan trigger tindakan. Rekonsiliasi revenue recognition ke accounting terpisah dari invoice dan kas; jangan menyamakan invoice dengan pengakuan pendapatan tanpa memeriksa ketentuan serah-terima.

Tugas yang bisa kamu kerjakan

Pilih lima KPI mingguan yang menghubungkan penjualan dengan margin dan kas.

Kesalahan yang harus dicegah

Mengukur keberhasilan hanya dari omzet dan follower Instagram.

Checkpoint pemahaman

Dari booked/invoiced Rp20 juta, produk diterima buyer Rp18 juta dan kas cair Rp8 juta, mengapa ketiganya berbeda? Metrik apa yang dipakai untuk melihat apakah pertumbuhan sales betul-betul membiayai produksi berikutnya?