Dengarkan narasi materi sambil mengikuti contoh, diagram, dan latihan yang tersedia.
Ekspor Pengantar dan Capstone Bisnis ยท Pelajaran 3 dari 4
Penawaran dan risiko pembayaran buyer
Pertanyaan bisnis yang ingin kita jawab
Pahami pengantar EXW/FOB/CIF/DAP hanya sebagai pembagian biaya dan risiko yang harus didefinisikan pada kontrak; tujuan kurikulum ini bukan masterclass incoterms. Periksa kurs, insurance, inspeksi, sampling, retur lintas negara, dan metode pembayaran sebelum menerima pesanan.
Contohnya dalam usaha kopi sehari-hari
- Jika memakai jasa sangrai: Brand tanpa pabrik sendiri harus mengonfirmasi harga ex-roastery versus delivered pada buyer asing, hak produk saat transit dan apakah invoice telah mencakup freight ekspor.
- Jika menyangrai kopi sendiri: Roastery kecil memerlukan quotation freight forwarder dengan rute, chargeable weight, packing, insurance, customs handling, taxes/fees yang menjadi tanggung jawabnya dan masa berlaku.
- Jika mengelola pesanan lebih besar: Roastery bertumbuh membandingkan Incoterms yang sah untuk transaksi, risiko kurs, payment method, dokumen claim, keterlambatan buyer dan potensi biaya demurrage/storage yang relevan.
Contoh penawaran non-pasar: Harga produk Rp180.000/kg neto untuk 100 kg = Rp18 juta sebelum biaya lain. Freight internasional, handling, export clearance, asuransi dan pungutan tujuan sengaja tidak diisi angka karena sangat bergantung pada negara, moda, volume dan Incoterm. Memasang surcharge asumsi Rp5.000/kg lalu menyebut harga FOB/CIF final akan menyesatkan. Minta RFQ bertanggal pada forwarder dan pilih Incoterm/versi dengan benar berdasarkan kontrak; bedakan kapan risiko barang beralih dengan kapan buyer wajib membayar. Buat stress-test kurs hanya dengan kurs sumber dan tanggal tercatat, bukan tebakan.
Tugas yang bisa kamu kerjakan
Buat indicative export quote dengan semua pos yang harus diminta dari freight forwarder.
Kesalahan yang harus dicegah
Menambah margin rupiah pada harga lokal dan menyebutnya harga CIF negara tujuan.
Checkpoint pemahaman
Jika barang 100 kg @Rp180.000/kg, berapa nilai produk sebelum freight? Biaya apa yang wajib dikutip sebelum menulis penawaran delivered buyer luar negeri, dan kenapa 'free shipping' bisa memindahkan risiko besar ke eksportir?
Ekspor roasted coffee sebagai uji kesiapan, bukan janji cepat
Roasted coffee punya tantangan yang berbeda dari green coffee: freshness window, barrier kemasan, label negara tujuan, kesesuaian spesifikasi, pembeli B2B, kontinuitas produk dan waktu transit. Pertama, pilih satu negara tujuan secara eksplisit, lalu tanyakan persyaratan pangan masuk, label, registrasi/importer, dokumen asal dan klasifikasi HS produk yang tepat. Jangan menganggap regulasi ekspor Indonesia sama dengan regulasi impor negara buyer.
Proses dasar: inquiry buyer โ spesifikasi produk โ sample terkontrol โ harga indikatif dengan pembagian biaya/risiko โ due diligence buyer โ periksa ketentuan lartas/HS โ dokumen komersial โ pengurusan PEB sesuai ketentuan โ pengiriman โ tagihan/pembayaran. Bea Cukai 2026 menekankan invoice dan packing list pada pengajuan awal PEB, dengan dokumen angkut sesuai proses yang berlaku. Catat tanggal aturan karena ketentuan barang kiriman dan komoditas dapat berubah.
Simulasi tanpa harga fiktif: buyer ingin 100kg roasted. Untuk membuat quotation, kamu belum boleh langsung mengambil harga retail rupiah lalu menambah ongkir. Perlu FOB/penyerahan lokasi yang disepakati, freight quote, handling, insurance, kurs, biaya perbankan, pajak sesuai rezim dan spesifikasi destination. Jika belum tahu siapa importir dan apa izin negara tujuan, keputusan yang tepat adalah inquiry/conditional quote, bukan menerima kontrak final.
Bukti kerja: checklist export-readiness satu negara, flow dokumen satu halaman, dan daftar pertanyaan RFQ untuk forwarder. Detail ekspor beans akan dibahas di path khusus.
