Dengarkan narasi materi sambil mengikuti contoh, diagram, dan latihan yang tersedia.
Akuntansi Biaya dan HPP Roastery Β· Pelajaran 1 dari 4
Landed cost sampai produk jadi
Pertanyaan bisnis yang ingin kita jawab
Biaya bahan baku dimulai dari invoice green + inbound freight dan handling yang tepat sampai gudang, dialokasikan pada green usable. Bagi dengan saleable roast yield, bukan sekadar 1βroast loss bila ada reject, samples dan produk rework. Tambahkan biaya produksi relevan, kemasan dan overhead manufaktur secara konsisten.
Contohnya dalam usaha kopi sehari-hari
- Jika memakai jasa sangrai: Pisahkan harga green, inbound ke mitra, biaya jasa roasting, kemasan dan ongkir produk jadi. Merek tanpa mesin tetap punya COGS dan risiko hasil produk.
- Jika menyangrai kopi sendiri: Lacak kg mulai invoice, barang diterima, QC accepted, green masuk roasting, roasted keluar, sampel QC, sampai packaged saleable. Tiap tahap harus punya catatan timbang.
- Jika mengelola pesanan lebih besar: Lot dari beberapa petani bisa memiliki harga dan yield berbeda. Pencampuran stok harus mengikuti kebijakan cost flow yang didokumentasikan, bukan memilih lot termurah setelah penjualan.
Jembatan perhitungan asumsi latihan: Green 100 kg Γ Rp100.000 = Rp10.000.000, angkut dan handling Rp1.000.000, semuanya diterima dan lolos QC. Roasting loss 15% memberi 85 kg hasil roast; 1 kg dipakai sample/reject, sehingga saleable 84 kg. Nilai bahan dan inbound per kg saleable = Rp11.000.000 Γ· 84 β Rp130.952. Dengan variabel roasting Rp12.000 dan packing Rp8.000/kg, HPP manufaktur variabel menjadi sekitar Rp150.952/kg. Fixed factory overhead Rp2.000.000 pada rencana output 100 kg/bulan menambah Rp20.000/kg ke HPP serapan. Uang supplier yang dibayar pada hari pertama berbeda dengan waktu COGS diakui saat produk terjual.
Tugas yang bisa kamu kerjakan
Buat worksheet kg dipesan, kg diterima, kg lolos QC, kg roasted, kg dikemas dan kg dikirim.
Kesalahan yang harus dicegah
Membagi harga green per kg dengan 1 dan menyebutnya HPP roasted tanpa roast loss.
Checkpoint pemahaman
Mengapa biaya inbound dialokasikan ke 84 kg saleable dan bukan 100 kg green? Berapa full HPP serapan/kg pada contoh jika planned output 100 kg? Bagian mana yang masuk persediaan belum terjual?
